Penyebab Nyeri Saat Haid Dan Cara Mengatasinya

Informasi kesehatan - Cari tahu yukkk apa saja penyebab nyeri saat haid dan cara mengatasinya!!! Nyeri ketika haid memang sangat mengganggu, haid adalah salah satu perubahan kondisi yang mutlak yang akan di alami setiap wanita menginjak masa puber.

Nyeri ketika haid atau dismenorea biasanya sering dialami wanita muda yang menginjak masa puber. Rasa nyeri tersebut di akibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang secara umum sering terjadi di area perut bawah hingga menyebar ke area pinggang, punggung belakang bahkan sampai paha. Kondisi tersebut biasanya akan terasa pada hari pertama sampai hari ke tiga ketika haid.

Penyebab Nyeri Saat Haid Dan Cara Mengatasinya

http://ift.tt/2iu389Y

Perlu kalian ketahui juga meski para wanita mengalami menstruasi, tetapi rasa sakit yang di derita mereka sangat berbeda. Seperti gejala sakit ringan hingga berat yang dapat mengganggu kenyamanan mereka untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Jika rasa nyeri tersebut sangat berat hingga mengganggu aktifitas, maka kondisi ini disebut dengan Dismenorea. Dismenorea sendiri terbagi dalam 2 bagian yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian penjelasan berikut ini.
  1. Dismenore Primer, Merupakan gejala atau perubahan yang terjadi sejak haid hari pertama, tetapi akan pulih secara sendiri seiring berjalannya waktu sampai hormon menjadi kembali stabil. Rasa nyeri tipe ini merupakan kondisi normal yang tidak akan membahayakan kesehatan, karena kondisi ini terjadi secara murni yang diakibatkan adanya kontraksi otot rahim saat menstruasi dari hormon yang bernama prostaglandin.
  2. Dismenore sekunder, Merupakan kondisi perubahan hormon yang muncul di kemudian hari setelah masa menstruasi pertama dan berlangsung lebih dari tiga hingga empat hari. Gejala yang akan di rasakan seperti mual, muntah maupun diare. Dismenorea tipe ini diakibatkan karena adanya beberapa penyakit maupun kelainan seperti adanya infeksi rahim, kista atau polip dll.
Apa Penyebab Sakit Perut ketika Haid? 

Pada kondisi dismenore primer mungkin tidak ada penyebab yang bisa diidentifikasi. Tetapi demikian, ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan sakit perut saat haid ini seperti: 
  • Usia masih di bawah 20 tahun 
  • Riwayat keluarga dismenore 
  • Perokok aktif
  • Pendarahan yang banyak ketika haid 
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur 
  • Belum pernah melahirkan 
  • Pubertas dini, sudah mencapai pubertas sebelum usia sebelas tahun 
Zat hormon seperti prostaglandin memicu kontraksi otot rahim untuk membantu mengeluarkan darah mens setiap bulan. Kontraksi ini bisa menyebabkan rasa sakit di perut ketika haid. Pada beberapa wanita yang mempunyai kadar prostaglandin tinggi, maka dapat mengalami sakit perut ketika haid (kram) yang lebih berat lagi (Mayo Clinic).

Dalam beberapa kasus, seperti pada kondisi dismenore sekunder, nyeri haid bisa disebabkan oleh kondisi medis sebagai berikut: 
  • Premenstrual syndrome (PMS) 
  • Endometriosis (Sel-sel lapisan rahim yang tumbuh di luar rahim) 
  • Adenomiosis, kondisi langka di mana lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim 
  • Fibroid rahim (tumor jinak bukan kanker) 
  • Penyakit radang panggul 
  • Infeksi Menular Seksual (IMS) 
  • Stenosis serviks, kondisi langka di mana saluran pada leher rahim sangat kecil , sehingga memperlambat aliran darah haid. 
Di samping itu, ada beberapa jenis alat kontrasepsi, khususnya intrauterine device (IUD) atau spiral yang terbuat dari tembaga, bisa meningkatkan rasa sakit perut ketika haid.

Cara Mengatasi Sakit Perut ketika Haid 

Tidak jarang, perawatan sederhana di rumah dapat berhasil dalam mengurangi dismenore yang menyakitkan. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sakit perut ketika haid: 
  • Menggunakan bantal pemanas atau botol yang berisi air hangat untuk diterapkan pada daerah perut bawah pusar sambil dilakukan penakanan ringan. 
  • Memijat perut dengan ringan. 
  • Mandi air hangat. 
  • Menaikkan kaki atau berbaring dengan lutut ditekuk. 
  • Latihan fisik secara teratur (dilakukan shari-hari, bukan pada saat sakit perut). 
  • Makan ringan, makanan bergizi. 
  • Berlatih teknik relaksasi atau yoga. 
  • Minum obat anti-inflamasi atau anti-nyeri seperti ibuprofen pada saat seorang, bisa juga untuk pencegahan yaitu diminum beberapa hari sebelum menstruasi datang (jika jadwalnya teratur). 
  • Konsumsi multivitamin yang terdiri dari vitamin B-6, vitamin B-1, vitamin E, asam lemak omega-3, kalsium, dan magnesium. 
  • Kurangi asupan garam, alkohol, kafein, dan gula untuk mencegah perut kembung. 

Pengobatan Sakit Perut saat Haid Secara Medis 

Jika perawatan di rumah tidak berhasil dalam mengurangi nyeri haid, maka ada sejumlah pilihan pengobatan medis yang dapat dilakukan. Pengobatan akan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kram perut yang terjadi. Jika rasa sakit disebabkan oleh PID atau IMS, maka ini memang harus diobati secara medis. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membersihkan infeksi. Dokter juga akan meresepkan obat penghilang rasa sakit (analgetik). 

Obat nyeri haid yang sering digunakan, termasuk: 

  • Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) 
  • Antidepresan 
  • Antispasmodik misalnya hyosin 
  • Antibiotik (jika penyebabnya infeksi) 

Seringkali dokter menyarankan agar Anda mencoba KB hormonal. KB hormonal tersedia dalam bentuk pil, susuk atau implan, dan injeksi. Bagaimana KB hormonal bisa mengatasi sakit perut saat haid? Karena KB hormonal akan mencegah ovulasi. Lebih lanjut: 13 Cara Mengatasi Nyeri Haid Sampai Tuntas 

Apabila nyeri haid disebabkan oleh endometriosis atau uterine fibroid danketika pilihan pengobatan tidak berhasil, maka akan diperlukan prosedur bedah atau operasi. Bahkan dalam kasus yang sangat langka, histerektomi (operasi pengangkatan rahim seluruhnya) juga merupakan pilihan jika pengobatan lain tidak bekerja dan sakit perut saat haid (dismenore) begitu parah.
sumber: mediskus.com

Itulah artikel informasi kesehatan sederhana yang membahas mengenai penyebab nyeri saat haid dan cara mengatasinya. Semoga informasinya dapat bermanfaat bagi pembaca terutama para wanita, agar lebih tanggap dalam menghadapi keluhan.

Terima kasih atas perhatian serta waktu luang yang telah berkenan membacanya sampai tuntas.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.